PENTINGNYA 1000 HPK DAN PENANGGULANGI STUNTING
Insan Genre GSP DAN PIK Remaja Nurul Huda

By Admin Web 22 Mar 2019, 10:52:21 WIB Kesehatan
PENTINGNYA 1000 HPK DAN PENANGGULANGI STUNTING

Gambar : Insan Genre, Pik Remaja Nurul Huda, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Pamekasan


Insan Genre Gerbang Salam Pamekasan (GSP) dan PIK Remaja Nurul Huda melaksanakan kegiatan "Pentingnya 1000 HPK Dan Penanggulangan Stunting" yang didampingi oleh Kepala Bidang PP&PA Bapak Abrori Rais dari DPPPAKB Kab. Pamekasan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 10 Maret 2019, Narasumber dalam kegatan ini Handinis Sonya RKW, S.Keb, M.Kes Selaku Dosen Prodi D3 Keperawatan di Poltera Madura, Fitriyani Isfaputriyanti, S.Gz Selaku Ahli Gizi di Puskesmas Sopa'ah Pamekasan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Ibu-Ibu Hamil, Orang Tua yang memilki balita di bawah 2 tahun , Pasangan yang baru menikah. Harapan dalam kegiatan ini agar ketga sasaran tersebut mengetahui pentingnya 1000 HPK dan permasalahan stunting pada anak. Mengapa 1000 HPK penting? 

Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Orang Tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. 1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak pembuahan sampai usia sekitar 2 bulan merupakan masa kritis yang dapat meminimalisir akibat stunting. Stunting adalah suatu kondisi yang mempengaruhi tumbuh kembang anak salah satu penyebabnya adalah kekurangan gizi. Diperiode ini otak dan tubuh bayi sedang berkembang pesat, sehingga jika terjadi masalah gizi akan berpengaruh juga pada perkembangan otak dan tubuh bayi. Anak yang mengalami kekurangan gizi pada 1000 HPK, mempunyai resiko terkena stunting, penyakit degenaratif (Kondisi kesehatan dimana organ tubuh keadaannya terus menurun seiring waktu), tidak memliki kecerdasan maksimal serta bersiko besar menurunnya prokduktifitas. So, pemenuhan gizi di 1000 HPK sangat penting, jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.

Perlu diketahui masalah stunting di Indonesia cukup mengkhawatirkan, berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan proporsi dari keseluruhan balita stunting di Indonesia mash tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun (http://www.depkes.go.id/article/view/18052800006/ini-penyebab-stunting-pada-anak.html). Maka dari itu untuk menanggulangi masalah stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Pamekasan salah satu kunci utama adalah peran keluarga. 

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment