PENELITIAN SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN DI MAN 2 PAMEKASAN DAN SMAN 4 PAMEKASAN
Bersama Tim Latbang BKKBN Jatim

By Admin Web 19 Agu 2019, 10:48:56 WIB Kesehatan
PENELITIAN SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN DI MAN 2 PAMEKASAN DAN SMAN 4 PAMEKASAN

Penelitian Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dari Tim Puslitbang Kependudukan BKKBN yang dilaksanakan tanggal 13 -15 Agustus 2019, yang menjadi sasaran penelitian adalah siswa SMA/MA di Kabupaten Pamekasan. Objek penelitian adalah siswa MAN 2 Pamekasan dan SMAN 4 Pamekasan. Sekolah Siaga Kependudukan merupakan salah satu kebijakan dan strategis BKKBN untuk menngkatkan pemahaman masyarakat mengenai kependudukan melalui jalur formal, non-formal dan informal.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui dampak adanya SSK terhadap wawasan kependudukan pada siswa SMA/MA di Pamekasan, permasalahan dan kendala pengelola SSK serta wawasan kependudukan siswa SMA/MA. adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebaga masukan bag pengelola program pendidikan kependudukan, sehingga program SSK bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan yang ditetapkan.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tersebut didukung dengan adanya pojok kependudukan (population corner) sebagai salah satu sumber bacaan bagi peserta didik sebaga upaya pembentukan karakter generasi berencana. Sekolah yang mengintegrasikan pendidikan Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga dalam beberapa mata pelajaran dan muatan lokal khusus kependudukan.

Berdasarkan Metode Penelitian jumlah responden di masing-masing sekolah sebanyak 40 siswa. Rata-rata Skor hasil angket menunjukkan nilai skor 9,68 untuk siswa MAN 2 Pamekasan yang sudah berstatus SSK dan nilai skor 9,98 untuk SMAN 4 Pamekasan yang belum berstatus SSK. Hal ini menunjukkan bahwa kedua rata-rata tidak berbeda secara statistik. Adapun rata-rata umur menikah menurut responden sekitar umur 19 - 23 tahun untuk responden laki-laki dan 20-23 tahun untuk responden wanita, sedangkan rata-rata rencana jumlah anak yang diinginkan menurut responden antara 2- 3 anak.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pemahaman siswa tentang kependudukan antara SSK dan non SSK karena sumber informasi tetang kependudukan utama dari Televisi, sedangkan isu kependudukan pada dasarnya ada di mata pelajaran sekolah Geografi dan Biologi. MAN 2 Pamekasan dan SMAN 4 Pamekasan sebenarnya sudah memenuhi kriteria sebaga SSK, hanya saja untuk SMAN 4 Pamekasan belum terbentuk SSK secara resmi, karena belum mempunyai Surat Keputusan dan perlu didukungan dana bak dar Kabupaten maupun Provinsi.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment