BKKBN Berangkatkan 936 Peserta Mudik Gratis

By Admin Web 01 Nov 2017, 07:45:01 WIB Kesehatan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar mudik gratis kepada peserta KB. Tahun ini BKKBN memberangkatkan 936 orang atau 234 keluarga ke berbagai daerah tujuan. Rombongan mudik dilepas Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, di halaman kantor BKKBN, Jakarta, Senin (19/6).

Dalam sambutannya, Surya Chandra, mengatakan, seluruh peserta berasal dari wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga sekitarnya seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sebagian besar atau lebih dari 75 persen merupakan akseptor pengguna IUD dan implant, sisanya merupakan akseptor pengguna suntik dan pil.

Peserta yang diberangkatkan adalah yang memenuhi persyaratan, yakni keluarga yang sedang ber-KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) minimal satu tahun ke atas, dan minimal tiga tahun untuk yang sedang menggunakan metode kontrasepsi non-MKJP. Ini dibuktikan dengan menunjukkan kartu peserta KB.

Selain itu, jumlah anak maksimal 2 orang, yang dibuktikan dengan menunjukkan kartu keluarga. Peserta berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi yang dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan domisili dari kelurahan atau desa. Peserta juga harus terdata dalam Pendataan Keluarga (PK) 2015 dan membawa surat keterangan keluarga pra sejahtera dari kelurahan setempat.

Peserta mudik bersama ini akan diberangkatkan menggunakan 15 bus ke sejumlah kota tujuan, seperti Cirebon, Kuningan, Majalengka, Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonosari, Wonosobo, Madiun, Pacitan, Surabaya, Malang, dan Purworejo.

Surya mengatakan, jika ditinjau dari aspek sosial budaya, mudik lebaran adalah ritual tahunan para pekerja migran untuk melepas rindu kepada kampung halaman. Namun, bagi BKKBN, setiap tahunnya mudik Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali pemangku kepentingan dan masyarakat luas tentang permasalahan kependudukan.

“Jika ditinjau lebih jauh, mudik memiliki kaitan yang erat dengan permasalahan kependudukan, terutama migrasi,” kata Surya.

Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan sebanyak 49,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Bappenas memperkirakan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan meningkat dari 53,3 persen di 2015 menjadi 66,6 persen pada 2035.

Tingkat urbanisasi di empat provinsi di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Banten bahkan diperkirakan akan mencapai di atas 80 persen pada 2035 mendatang.

Terkait hal itu, kata Surya, kegiatan mudik bersama peserta KB ini sebagai salah satu kegiatan kreatif yang dirancang untuk mempertahankan kesertaan ber-KB.

“Di tengah hiruk pikuk mudik Lebaran, saat orang-orang berjejal dan mengantri tiket perjalanan demi bisa pulang kampung, peserta KB tidak perlu melakukannya karena BKKBN memberikan fasilitasi kepada peserta KB untuk pulang kampung,” kata Surya.

Kegiatan mudik bersama peserta KB ini juga merupakan bentuk apresiasi BKKBN kepada Pasangan Usia Subur (PUS) dan keluarga-keluarga yang telah setia menjadi peserta KB. Menurut Surya, dengan tidak bermaksud mengiming-imingi, penghargaan seperti ini diarapkan dapat menjadi pendorong minat PUS yang lain untuk berpartisipasi dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), di antaranya dengan menggunakan kontrasepsi yang sesuai dengan pilihan dan kondisi masing-masing.

“Saya mendoakan semoga perjalanan menuju kampung halaman lancar. Semoga para peserta Mudik Bersama peserta KB, yang merupakan keluarga kecil peserta KB tiba di tempat tujuan masing-masing dengan selamat,” pungkas Surya.

 

sumber: https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkbn-berangkatkan-936-peserta-mudik-gratis




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment